Home » Articles posted by cilacs_web

Author Archives: cilacs_web

Profil Cilacs UII :

Hubungi Kami

Cilacs Universitas Islam Indonesia

Kantor 1 : Jl. Demangan Baru No.24, Depok, Sleman, D.I. Yogyakarta, telp/faks. (0274) 540255, SMS/WA. 0857 4365 0224

Kantor 2 : Gd. Unishop, Kampus UII Terpadu, Jl. Kaliurang km 14,5, Sleman, D.I. Yogyakarta, telp. (0274) 4547153

email : cilacs(at)uii.ac.id

Program BIPA Cilacs Ajak Mahasiswa Asing Mengenal Budaya Lokal

Siswi BIPA di Cilacs UII sedang pentas tari Nawung Sekar

Kemahiran berbahasa Indonesia yang baik menjadi penting dikuasai bagi mahasiswa asing yang menempuh pendidikan di Indonesia, tidak hanya dibutuhkan dalam aktivitas akademis namun dapat membuka peluang dalam menggali dan mengenal khasanah Indonesia secara lebih luas, baik kehidupan sosial maupun budaya. “Telah menjadi harapan bersama agar mahasiswa asing dapat turut menjadi agen dalam mempromosikan Indonesia di ranah internasional, pengalaman sosial dan budaya yang di dapat selama di Indonesia tentunya menjadi oleh-oleh yang menarik untuk dibagikan saat mereka kembali ke negaranya masing-masing,” ujar Fitri Nugraheni, Ph.D., Kepala Cilacs Universitas Islam Indonesia yang baru saja dilantik dalam kepemimpinan periode tahun 2018 -2022. Sejalan dengan hal tersebut, Cilacs sebagai penyelenggara program Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing (BIPA) di lingkungan Universitas Islam Indonesia (UII) menawarkan skema pembelajaran bahasa Indonesia bagi mahasiswa asing yang dipadu dengan sesi pengenalan budaya lokal.

Sesi budaya selain menjadi value added juga diharapkan dapat memotivasi mahasiswa untuk lebih dekat dan mengenal budaya lokal bahkan setelah berakhirnya program BIPA. Seperti yang baru saja dialami 4 mahasiswa asal Australia antara lain Anna Ren’an Ding (University of New South wales), Anjaly Tessa Saji (Macquarie University), Jiyao Joanna Ge (University of Sydney), Hwei-See Kay (university of technology Sydney), mereka baru saja menyelesaikan program BIPA di Cilacs dalam persiapan menempuh Program Indonesian Business, Law and Society (IBLS) di Universitas Islam Indonesia. Sepanjang proses kuliah sebanyak 3 SKS mereka mendapat kesempatan untuk belajar membatik di Museum Batik Yogyakarta serta belajar menari jawa. Tidak hanya itu, tiga dari empat mahasiswa ini berkesempatan untuk melakukan perform dalam pembukaan salah satu kegiatan studium generale yang dilaksanakan Cilacs pada 15 September 2018 di Kampus UII Demangan.
Siswi BIPA di Cilacs UII sedang belajar membatik di Museum Batik Yogyakarta

Aksi mahasiswa asing menari dalam opening studium generale di Cilacs UII

Menurut Fitri, setiap mahasiswa yang mengambil BIPA di Cilacs akan diberikan kesempatan untuk memilih jenis sesi pengenalan budaya antara lain menari jawa, memasak masakan lokal, membatik, jemparingan, belajar gamelan dan belajar pembuatan keris. “Cilacs juga telah menandatangani MoA kerjasama bersama Career Development Center (CDC) Universitas Parahyangan (UNPAR)  di Bandung untuk program serupa yang memungkinkan mahasiswa untuk mengenal budaya tidak hanya dari Jawa namun juga Sunda, dengan mengkolaborasi dua lokasi pembelajaran, Jogja dan Bandung, ini adalah salah satu pengembangan yang Cilacs telah lakukan untuk program BIPA di UII, tambahnya. (adt)

Para siswi BIPA yang menari berfoto bersama pelatih tari Nawun Sekar setelah pentas berlangsung

Kuliah Perdana Mahasiswa Baru Progressive 27 dan Wisuda Angkatan Progressive 25 Cilacs UII

 

Head of Marketing Dept. Cilacs UII Aditya Suci, S.Pt sedang menyampaikan sambutannya

Demangan. Kuliah umum adalah proses yang wajib dilaksanakan sebelum memasuki masa perkuliahan mahasiswa baru, dalam kegiatan tersebut diharapkan mahasiswa baru dapat saling mengenal satu sama lain. Progressive Cilacs UII yang merupakan program bahasa Inggris intensif  setahun  pada Sabtu 15 September 2018 kali ini mengadakan Studium Generale (kuliah perdana) bagi mahasiswa baru angkatan 27. Kegiatan dilaksanakan sejak pagi dan dilaksanakan di Cilacs UII Jl. Demangan Baru 24 Yogyakarta menggunakan ruang Auditorium Cilacs UII lantai 3.

Kegiatan dihadiri oleh sekitar 50 orang merupakan mahasiswa baru Progressive angkatan 27 serta beberapa siswa kelas reguler Cilacs UII, khusus untuk mahasiswa Progressive yang terdaftar adalah mereka yang memenuhi persyaratan akademik maupun administrasi Cilacs UII. Sebelum mereka diterima calon mahasiwa diharuskan mengikuti serangkaian tes yang dimaksudkan untuk menjaring mahasiswa yang memiliki kemampuan dengan level tertentu dan dapat mengikuti proses KBM selama satu tahun yang akan datang.

Kuliah perdana ini dibuka secara resmi oleh direktur Cilacs UII, Fitri Nugraheni, Ph.D yang diwakili oleh Head of Marketing Dept. Cilacs UII yaitu Aditya Suci, S.Pt. Dalam sambutannya disampaikan ucapan selamat datang dan ungkapan rasa bangga dari pihak Cilacs UII karena telah menjadi mahasiswa Progressive angkatan 27 tahun 2018 ini,  dalam prosesnya nanti diharapkan dapat berjalan dengan baik hingga mencapai wisuda dan dapat memberi manfaat positif bagi semua pihak.

Sementara itu, dalam sesi kuliah umum, Cilacs UII menghadirkan salah satu dosen senior PTS di Yogyakarta yang sekaligus interprener dan motivator  yaitu Rosyidah Jayanti Vijaya, SE., M.Hum. Dalam kuliahnya Ms Rosyidah memberikan banyak sekali tips bagaimana cara mudah mempelajari dan memahami bahasa Inggris dengan mudah, salah satunya adalah yang dilakukan sekarang ini, berkumpul dalam satu komunitas yang memiliki tujuan sama. Hal tersebut dapat meningkatkan motivasi untuk terus belajar yang nantinya akan berimbas pada peningkatan skill setiap mahasiswa.

Miss Rosyidah Jayanti Vijaya, SE., M.Hum sedang berbagi materinya

Dalam pelaksanaan kuliah umum ini juga dilakukan prosesi wisuda Progressive angkatan 25 sebanyak 10 orang mahasiswa. Dalam keempatan ini pula Cilacs UII menyuguhkan pentas tari Nawung Sekar yang diperagakan oleh mahasiswi BIPA Cilacs UII. (Ank)

Mahasiwa baru Progressive berfoto bersama dengan pembicara Miss Rosyidah Jayanti Vijaya, SE., M.Hum

Siswa BIPA Cilacs UII setelah melakukan penampilan dalam Kulaih Perdana Progressive 27

Lingga Yuawana dan Kharisma Husna Wirasti yang merupakan wisudawan dan wisudawati Progressive angkatn 25

Prodi MIAI FIAI UII Uji Kemampuan Bahasa Inggris Mahasiswanya

Ketua Prodi MIAI FIAI UII sedang memberikan sambutan kegiatan Workshop dan Seminar Tes Kompetensi Bahasa Inggris

Dalam rangka peningkatan kemampuan mahasisiwa Magister Ilmu Agama Islam (MIAI) Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia sekaligus mencetak lulusan terbaik yang sesuai dengan tuntutan pasar global saat ini,  Cilacs UII dipercaya sebagai partner dalam kegiatan Workshop dan Seminar Tes Kompetensi Bahasa Inggris yang dirangkai dengan tes Certificate of English Proficiency Test (CEPT).

Kegiatan berlangsung pada Sabtu tanggal 8 September 2018 di ruang Auditorium PPs FIAI UII kampus UII Unit Demangan Jl. Demangan Baru 24 Yogyakarta. Kegiatan ini berlangsung  sejak pukul 08.30 wib-15.00 wib dan diikuti oleh sebanyak 30 orang mahasiswa MIAI FIAI UII. Program ini wajib diikuti oleh semua mahasiswa karena menjadi persyaratan kelulusan, bahkan sertifikat/score report yang diperoleh nanti tentu bisa bermanfaat sebagai portofolio ketika lulus untuk keperluan studi lanjut maupun bekerja.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua Prodi MIAI FIAI UII Dr. Junanah, MIS. Dalam sambutannya beliau berpesan agar kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan banyak memeberi manfaat bagi semua pihak.

Seminar dan Workshop kali ini, Cilacs UII menghadirkan pembicara sekaligus pengajar senior Cilacs yaitu Ferry Desnita atau yang kerap dipanggil Miss Ita. Materi seminar dan hasil tes yang diperoleh tersebut diharapkan memberi wawasan tambahan kepada mahasiswa. Terutama tentang berbagai jenis tes bahasa Inggris yang ada di Indonesia, sedangkan hasil (sertifikat/score) yang diperoleh nanti diharapkan dapat bermanfaat sebagai portofolio yang dapat digunakan ketika lulus untuk keperluan studi lanjut maupun bekerja. (Ank)

Miss Ita sedang memaparkan materinya

Peserta antusias mengikuti setiap sesinya

Pelaksanaan Tes CEPT

BIPA dan Kultur Jawa Islam Diminati Mahasiswa Asing

Negara Indonesia adalah negara kultural, ditempati oleh masyarakat (rakyat) yang juga  memiliki bermacam kebudayaan dan agama yang berbeda. Kita patut bersyukur, walaupun Indonesia dihuni oleh masyarakat yang demikian namun bisa tetap utuh sebagai sebuah negara. Hal ini pula yang menjadikan warga asing tertarik dengan Indonesia baik bahasa, budaya serta kulturnya yang begitu kuat.

Pengembangan bahasa Indonesia di Cilacs UII sudah dimulai sejak lama, kali ini Cilacs mendesain program bahasa Indonesia yang dipadukan dengan kultur Jawa dan Islam. Head of Research and Development Program Cilacs UII, F. Aldhika Deinza Saputra, S.Pd., M.M, saat diwancarai diruang kerjanya pada Senin 10 September 2018  menjelaskan bahwa siswa yang belajar bahasa Indonesia akan diajak secara langsung menggali kebudayaan lokal yang ada. Khusus di Yogyakarta, siswa akan diajak berinteraksi secara langsung dengan masyarakat desa tertentu. Sedangkan dalam pembejaran budaya Islam siswa BIPA nantinya akan diajak mengunjungi beberapa masjid bersejarah dan pondok pesantren yang ada di Yogyakarta.

Agar lebih dikenal di pasar luas,  Cilacs UII  tidak hanya mengenalkan program ini di wilayah Yogyakarta namun juga ke luar wilayah Yogyakarta. Seperti yang dilakukan pada bulan Agustus lalu, Direktur Cilacs UII Fitri Nugraheni, Ph.D mengirimkan delegasinya untuk  mengunjungi  Unikom (Universitas Komputer Indonesia). Aldhika Deinza Saputra, S.Pd., M.M  yang bertugas saat itu menjelaskan pertemuan pada hari Senin, 20 Agustus 2018 bahwa kehadiran Cilacs UII disambut baik oleh Dr. Inta Budi Setya Nusa,S.E., M.Ak. selaku Direktur Internasional Program dan Beasiswa Unggulan Unikom, Bandung.  Lebih lanjut Deinza menyampaikan bahwa pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari kunjungan sebelumnya yaitu pada bulan Maret 2018 lalu, pertemuan berlangsung santai di Kantor International Office Affair Unikom, kedua belah pihak  mendiskuasikan tentang perkembangan BIPA di lembaga masing-masing. Sesuai tujuan utamanya, Cilacs memperkenalkan desain baru BIPA yang dikombinasikan dengan materi kultur Jawa dan Islam bagi mahasiswa asing.

Dalam perbincangan tersebut pihak Unikom Bandung menyambut positif dan menyampaikan bahwa kemungkinan sangat diminati oleh mahasiswa asing yang belajar di Unikom. Pada akhir pertemuan kedua belah pihak berharap dapat terjalin kerjasama dimasa yang akan datang.

DIBUKA KELAS BARU ASIA & EROPA : REGULER OKTOBER 2018

 

Cilacs UII kembali membuka kelas Baru utnuk periode Oktober 2018, dibuka kelas bahasa asing Asia dan Eropa serta persiapan tes. Kelas Dibuka untuk umum. Jadwal yang tersedia pada periode Oktober 2018 sebagai berikut :

Donasi Cilacs UII Peduli Gempa Lombok diserahkan kepada Tim Bantuan Medis FK UII

 

Fitri Nugraheni, Ph.D menyerahkan donasi Cilacs UII kepada perwakilan Tim Bantuan Medis untuk bantuan bencana gempa di Lombok 

Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB) yang terkena dampak gempa bumi 7 SR telah menjadi duka tersendiri bagi seluruh bangsa. Mereka dalah saudara-saudara kita setanah air yang wajib kita bantu. Demi meringankan penderitaan para korban yang tekena dampak gempa bumi tersebut, Cilacs UII sebagai lembaga pelatihan bahasa asing di Yogyakarta yang memiliki banyak siswa mencoba menggalang donasi sejak tanggal 10-12 Agustus 2018 dan penggalangan donasi dilaksanakan di dua lokasi yaitu Cilacs UII 1 Jl. Demangan Baru 24 Yogyakarta dan Cilacs UII Kantor 2 Kampus UII Terpadu Jl. Kaliurang Km 14,5 Yogyakarta (Gedung. Unishop UII).

Alhamdulillah, donasi yang terkumpul dari siswa, staf dan karyawan Cilacs UII sudah diserahkan ke Tim Bantuan Medis FK UII untuk didistribusikan kepada yang membutuhkan. Diserahkan secara langsung oleh Direktur Cilacs UII Fitri Nugraheni,  Ph. D dan diterima oleh Wakil Dekan FK UII Bidang  Sumber Daya dr. Erlina Marfianti., M. Sc., Sp., Pd. Semua pihak berharap semoga para korban dapat kembali pulih dan beraktivitas seperti biasa. (Ank)

 

Tahun ke 3, CILACS UII Kembali Dipercaya Dalam Pengembangan Bahasa Inggris STPN Yogyakarta

supervisor sedang mengawasi jalannya tes

Menciptakan sumber daya yang berkualitas memang membutuhkan kesungguhan dan motivasi yang kuat. Seperti halnya Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) Yogyakarta, peningkatan kualitas sumber daya manuasia menjadi keharusan agar dapat menciptakan lulusan-lulusan terbaik di bidangnya.  STPN adalah pendidikan tinggi yang telah cukup lama hadir di Indonesia yang merupakan sebuah perguruan tinggi kedinasan di Indonesia yang diselenggarakan oleh Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia dan telah meluluskan ribuan mahasiswa dibidang agraria yang kini tersebar di seluruh tanah air.

Program pelatihan bahasa Inggris kerjasama dengan Cilacs UII yang dijalankan oleh STPN berupa pelatihan  TOEFL ® ITP Preparation yang diberlakukan bagi mahsiswa tingkat I, II, III, dosen serta karyawan.  Tujuan utama diselenggarakan kegiatan ini salah satunya dalah sebagai upaya pengenalan bentuk dan materi tes TOEFL ® ITP sehingga di masa mendatang mahasiswa dapat lebih siap untuk menghadapi tes resmi TOEFL ® ITP.

Diwawancarai diruang kerjannya, Dinar Darundini, AH selaku Sales and Promotion Staff  yang menangani kerjasama ini menjelaskan bahwa kerjasama dengan STPN ini merupakan kerjasama tahun ketiga. Artinya bahwa, program yang dijalankan sebelumnya telah dirasakan manfaat postifnya. Sertifikat yang didapatkan oelh masing-masing peserta nantinya  dapat memberikan nilai tambah bagi kelulusan mereka.

Dinar juga menambahkan bahwa harapan yang ingin dicapai secara umum  adalah program bisa berjalan dengan baik sesuai target waktu yang ditentukan serta meraih skor minimal 450 untuk TOEFL ® ITP  pada saat final test yang akan datang. (Dnr/Ank)

Peserta tes sedang mengerjakan sesi Structure

Peserta tes sedang mengerjakan sesi Reading

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Cilacs UII Layani Tes CEPT Bagi Penyandang Disabilitas

Supervisor Tes CEPT sedang memberikan instruksi pengerjaan tes CEPT

Penyandang disabilitas hingga sekarang ini kadang masih mengalami diskriminasi dalam berbagai bidang sehingga hak-haknya belum secara maksimal terpenuhi. Dalam pelayanan bagi masyarakat umum seperti halnya Cilacs UII, khususnya kompetensi tes bahasa Inggris kadang menjadi persoalan tersendiri karena tes kompetensi bahasa asing umumnya menguji kemampuan Listening Skill, Structure dan Reading.

Khusus disabilitas tuna rungu, tes CEPT dilaksanakan di ruang khusus dan menggunakan headset standar tes seperti yang digunakan pada TOEFL iBT Test, hal berbeda ini harus dilakukan karena standar tes kompetensi bahasa Inggris seharusnya menggunakan speaker aktif. Namun demikian ini adalah suatu bentuk perlindungan yang diterima oleh penyandang disabilitas agar terpenuhi hak-haknya dan mendapatkan jaminan rasa aman serta kesetaraan dengan orang lain.

Seperti halnya yang sedang lakasanakan oleh salah satu penyandang disabilitas tuna rungu  Muhammad Qabil Wakan mahasiswa Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia, Prodi Teknik Informatika yang harus melaksanakan tes CEPT sebagai syarat pendadaran. Tes dilaksanakan pada Rabu 8 Agustus 2018 di Cilacs UII Jl. Demangan baru 24 Yogyakarta Ruang London, Self Acces Center (SAC) pada pukul 08.30 sampai dengan selesai. Dalam usahanya M. Qabil Wakan diberikan tempat, waktu dan instrumen khusus dalam melaksanakan tes tersebut. Pelaksanaan tes tetep diawasi ketat seperti halnya tes pada umumnya, namun dalam teknispenggunaan instrumen yang ada dibantu oleh supervisor dan proctor. Tes berjalan lancar walaupun dirasakan belum begitu maksimal. (Ank)

Muhammad Qabil Wakan sedang melakasanakan sesi Listening tes CEPT

Mantapkan Semangat Langkah Mendunia, Cilacs UII Kunjungi Bangkok

Direktur Cilacs UII, Fitri Nugraheni, Ph.D berbincang dengan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indonesia untuk Kerajaan Thailand Ahmad Rusdi.

Sebagai upaya mewujudkan semangat “Langkah Mendunia’ yang digaungkan sejak tahun 2018 ini, Cilacs UII sebagai lembaga pelatihan bahasa asing Asia dan Eropa yang memiliki orientasi nasional dan internasional, Cilacs UII ingin sekali dikenal tidak hanya di segmen pasar nasional namun juga ingin dikenal sebagi lembaga bahasa asing yang dikenal di segmen pasar internasional. Untuk itu, perlu adanya sebuah kegiatan ataupun kerjasama dengan negara lain.

Dipimpin langsung oleh Direktur Cilacs UII, Fitri Nugraheni, Ph.D yang didampingi oleh Aditya Suci, S.Pt (Kepala Departemen  Pemasaran), Aldhika Deinza, S.Pd.,M.M. (Kepala Departeme Litbang), Suprihatin, A.Md. (Kepala Departemen. Akademik), Aisyiyah, S.E., M.M. (Kepala Departemen Keuangan) melakukan kunjungan ke Bangkok yang bertujuan menjajaki kemungkinan kerjasama sekaligus memasarkan produk Cilacs yaitu program bahasa Inggris maupun Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing (BIPA) ke beberapa sekolah menengah yang ada di Bangkok, Thailand.

Kunjungan diawali pada hari Kamis, 2 Agustus 2018 yaitu di Kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phetchaburi Rd, Khwaeng Thanon Phetchaburi, Khet Ratchathewi, Thailand. Dalam kesempatan itu, tim Cilacs ditemui secara langsung oleh Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indonesia untuk Kerajaan Thailand Ahmad Rusdi.

Kunjungan di KBRI ini adalah kunjungan pembuka dari rangkaian kunjungan tim Cilacs ke Bangkok. Sesuai jadwal Cilacs UII akan menemui beberapa perwakilan sekolah tingkat menengah (SMU) yang ada di Bangkok guna menawarkan program pelatihan bahasa Inggris dan BIPA (Immersion Program). Program ini sendiri memiliki daya tarik tersendiri, dimana siswa SMU yang berasal dari Bangkok diajak belajar bahasa di Yogyakarta selama 2 atau 4 minggu dengan berbagai kegiatan pengenalan budaya yang sangat menarik. Selainitu, Cilacs UII juga siap mengirimkan guru bahasa yang diperlukan tidak hanya untuk tingkat sekolah menengah namun juga perguruan tinggi.

Dalam pembicaraannya dengan Ahmad Rusdi,  Fitri juga menyampaikan pandangan tentang pentingnya borderless education  yang memungkinkan seorang pelajar tidak hanya belajar di negaranya saja, dalam hal ini Cilacs siap untuk menjadi mitra berbagai pihak dalam implementasi konsep tersebut.

Saat dihubungi melalui telepon, Fitri berharap bahwa kegiatan ini menjadi kesempatan  Cilacs UII untuk berbagi ilmu dengan saudara serumpun di ASEAN, menjalin ukhuwah dan meningkatkan kapasitas generasi penerus untuk masa depan yg lebih baik.

Senada dengan apa yang disampaikan oleh Ahmad Rusdi, dimana kondisi pendidikan di Bangkok saat ini cukup maju, tidak berbeda dengan kehidupan kampus yang ada di Indonesia, Ahmad Rusdi juga berharap dapat tercipta kerjasama-kerjasama yang ditandai dengan MoU dan diimplementasikan dengan baik. Di akhir pertemuan tersebut,  kedua belah pihak saling bertukar cinderamata. (Adt/Ank)

Tim Cilacs UII sedang memaparkan beberapa program Cilacs kepada Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indonesia untuk Kerajaan Thailand Ahmad Rusdi.

Pada akhir pertemuan Tim Cilacs UII dan Kedubes Thailand saling bertukar cinderamata

Tingkatkan kualitas : Cilacs UII adakan Training of Trainer (ToT) CEPT Preparation

Dalam rangka meningkatkan kualitas program CEPT preparation khususnya dari sisi pengajaran, manajemen Cilacs UII melalui Research & Development Department mengadakan Training of Trainer (ToT) bagi pengajar Cilacs UII. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa 31 Juli 2018 di Ruang Boston Cilacs UII 1 (Kampus UII Unit Demangan) Jl. Demangan Baru 24 Yogyakarta.

Program ToT  kali ini menghadirkan Mulyono Andri Wibowo yang merupakan koordinator tes CEPT dari Research & Development Department. Saat diwawancarai diruang kerjanya, Andre, demikian panggilan akrabnya, menyampaikan bahwa peserta ToT kali ini dibekali berbagai pengetahuan terkait CEPT, dan yang paling utama adalah pembekalan tentang metode pengajaran serta pedoman yang digunakan dalam mengajar CEPT bagi mahasiswa. Peserta ToT kali ini  adalah beberapa pengajar bahasa Inggris Cilacs UII, catatan penting dari Andre bahwa, menjadi pengajar CEPT preparation dituntut telaten serta  bisa menjadi motivator bagi para peserta. Hal tersebut diharapkan membawa dampak positif bagi para peserta.

Sementara itu, Suprihatin selaku Head of Academic Department Cilacs UII menambahkan bahwa program ToT khususnya CEPT Preparation akan terus ditingkatkan baik kualitas maupun kuantitasnya agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat saat ini.  (Ank)

Andri sedang memberikan penjelasan tentang CEPT